Wednesday, March 26, 2014

Posted by Unknown | File under :
mahasiswa dan politik
Sebelum Reformasi kaum Mahasiswa disegani karena mulutnya lantang perjuangkan keadilan dan hak rakyat | Mereka banyak ngompol (ngomongin politik) di mimbar mimbar intelektual

Terlepas motivasi dan ideologi yang dibawa  | mereka luangkan waktu disela kesibukan menjadi mahasiswa, artinya masih ngompol walau kuliah sibuk pool

Mahasiswa paham posisinya sebagai kaum intelektual punya andil dalam proses perubahan | Posisi inilah yang saat ini berubah drastis

Mungkin karena reformasi yang sama sekali tak memperbaiki keadaan | Mahasiswa frustasi untuk lebih lantang lagi berjuang

Wajar, yang dirubah hanya kepala negara | padahal betapa banyak darah yang ditumpahkan untuk menggulingkan penguasa, ternyata hasilnya sama saja

Kini, negeri yang dihuni mayoritas muslim ini semakin bubrah penguasanya asyik sendiri | Sayangnya mahasiswa juga tak mau kalah asyik,disibukkan tugas menumpuk dan sang kekasih hati

Jangankan ngomongin politik, berita politik aja belum tentu tau | Maklum sibuknya kuliah bikin galau, apalagi kalo pacar ngajak berantem dijamin seminggu rasanya kayak dicincang pisau

Kalau sosialis dan kapitalis gagal | sebagai muslim kita harusnya yakin islamlah solusi yang benar
yang kan menyelamatkan negeri dari kehancuran

Hanya saja kan kita tidak tau bagaimana konsep islam urusi negara | itulah gunanya kita bertanya pada orang-orang yang mempelajari dan memperjuangkannya

Mahasiswa harus nambah "jam kuliah" untuk pahami konsep politik islam yaitu khilafah

Kalo demokrasi yang terbukti gagal saja dipelajari dengan puluhan SKS | kenapa enggan pelajari konsep khilafah islam yang jelas telah membawa banyak kemaslahata

0 comments:

Post a Comment