Wednesday, March 26, 2014

Posted by Unknown | File under :

shalat
Kita semua pasti tahu bahwa shalat adalah perkara yang amat penting. Bahkan shalat termasuk salah satu rukun Islam yang utama yang bisa membuat bangunan Islam tegak. Namun, realita yang ada di tengah umat ini sungguh sangat berbeda.  Memang jumlah KTP yang tertulis beragama Islam ratusan juta di negeri ini. Jumlah masjid juga ribuan baik berkapasitas besar maupun kecil. Tapi ironisnya tak sedikit kita jumpai masjid-masjid sepi ketika datang waktu shalat. Kita berusaha berbaik sangka bahwa  mereka yang tidak shalat berjamaah di masjid akan shalat sendiri di rumah tapi faktanya betapa banyak yang ketika magrib masih hiruk pikuk berteriak “goal!!!” di tribun lapangan sedangkan panggilan Allah tak sedikitpun dihiraukan. Tak sedikit pula yang ketika masuk adzan subuh masih lelap dalam mimpi, ada yang sengaja tak sadarkan diri, berpura-pura menggigil  walau gemuruh adzan bersautan memanggil.  Juga ketika masuk waktu dhuhur  tetap tersibukan dengan pekerjaan sama sekali  tak hiraukan  adzan dhuhur. Telah terlupakan bahwa ia akan masuk liang kubur.
 
Pandangan Ulama Tentang meninggalkan shalat fardhu
Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, “Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)
Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Al Kaba’ir, Ibnu Hazm –rahimahullah- berkata, “Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar daripada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan.” (Al Kaba’ir, hal. 25)
Imam Asy Syaukani -rahimahullah- mengatakan bahwa tidak ada beda pendapat di antara kaum muslimin tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya. Namun apabila meninggalkan shalat karena malas dan tetap meyakini shalat lima waktu itu wajib -sebagaimana kondisi sebagian besar kaum muslimin saat ini-, maka dalam hal ini ada perbedaan pendapat (Nailul Author, 1/369).
Ulama bersepakat bahwa meninggalkan shalat termasuk dosa besar. Ini seharusnya menjadi perhatian kaum muslimin agar takut  ketika meninggalkan ibadah shalat wajib.


Pandangan Al Qur’an  dan Al Hadits terhadap ditinggalkannya shalat fardhu
Allah Ta’ala berfirman,
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam: 59-60)
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa “ghoyya” dalam ayat tersebut adalah sungai di Jahannam yang makanannya sangat menjijikkan, yang tempatnya sangat dalam. (Ash Sholah, hal. 31)
Dalam ayat ini, Allah menjadikan tempat ini –yaitu sungai di Jahannam- sebagai tempat bagi orang yang menyiakan shalat dan mengikuti syahwat (hawa nafsu). Seandainya orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang hanya bermaksiat biasa, tentu dia akan berada di neraka paling atas, sebagaimana tempat orang muslim yang berdosa. Tetapi tempat ini (ghoyya) yang merupakan bagian neraka paling bawah, bukanlah tempat orang muslim, namun tempat orang-orang kafir. Begitu ngerinya siksaan dari Allah. Masihkah kita meninggalkan shalat ?
Mengutip dalam sebuah hadits :
“Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (H.R Tabrani)
Kurang menakutkankah dalil ini ? Masihkah kita meninggalkan shalat ?
Shalat adalah bentuk penghambaan kita sebagai makhluk yang lemah, makhluk yang tak berdaya. Sujud kita ketika shalat menunjukkan bahwa kita begitu kecil, kita memuji dan meninggikan Sang Maha Tinggi Allah SWT. Jika kita meminta begitu banyak kepada Allah begitu sulitkah kita menuaikan perintah Allah yang begitu ringan. Mari lawan kemalasan, lawan bisikan setan la’natuLLah sehingga mudah bagi kita menuaikan shalat. Masihkah kita meninggalkan shalat setelah membaca tulisan ini?

0 comments:

Post a Comment